General Concept,
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Insani
(P3SDI)
Patih Nusantara Raya
Alhamdulillah, bangsa Hijaz yang pusatnya di Mekkah dan kekuasaannya dikendalikan oleh suku Quraisy, masa itu peradabannya Jahiliah. Dan Allah SWT membangkitkan seorang Rasul dari kalangan mereka dengan Al-Qur'an sebagai konsepnya, kemudian peradaban jahiliah digantikan oleh peradaban baru, yaitu peradaban Islam. Pengaruhnya meliputi dua pertiga dunia dalam perkembangan selanjutnya.
Berangkat dengan spirit sejarah tersebut, bahwa isyarat terjadinya perubahan peradaban kepada yang lebih baik adalah tidak lepas dari adanya seorang manusia yang berkualitas, tampil sebagai pelopor kebangkitan dengan Al-Qur'an sebagai konsepnya. Dalam konteks masa kini, mengingat setelah Muhammad Rasulullah SAW tidak ada lagi nabi dan Rasul, maka ummat Islam atau manusia pada umumnya sebagai yang berpotensi, memiliki kewajiban untuk meningkatkan kualitasnya, sehingga Indonesia di masa depan berjaya dengan peradaban Islam.
Bangkitnya seorang pemimpin atau pelopor perubahan, tentu dengan suatu proses dan dipersiapkan, baik dalam arti khusus ataupun umum. Pembinaan dan pengembangan sumber daya insani yang berkualitas Muttaqin, Shalihin, dan Shabirin sebagai program yayasan Patih Nusantara Raya merupakan proses untuk melahirkan generasi masa depan yang mampu membawa kejayaan bangsa Indonesia dalam bingkai peradaban Islam.
General Concept pembinaan dan pengembangan sumber daya insani yayasan Patih Nusantara Raya, secara khusus berangkat dari spirit Islam, juga berangkat dari sejarah peradaban manusia Indonesia dari masa ke masa. Sebagaimana dimaklum dalam sejarah, bahwa peradaban manusia Indonesia telah mengalami beberapa fase hingga kini. Dan setiap fase peradaban manusia Indonesia teridentifikasi dan terbangun oleh adanya keyakinan "agama" dan ideology sebagai fondasi peradaban. Fase pertama, peradaban manusia Indonesia terbentuk melalui keyakinan animisme dan dinamisme; Fase kedua, terbentuk oleh keyakinan Hindu dan Budha; Fase ketiga, terbentuk oleh keyakinan Islam Ismed; Fase keempat, terbentuk oleh kolonialisme yang bersandar kepada keyakinan Kristen Ismed yang menumbuhkan peradaban Eropa di Hindia Belanda; dan Fase kelima, terbentuk oleh nasionalisme yang bersandar kepada ideology Pancasila, yang melahirkan peradaban Indonesia masa kini.
Fase peradaban suatu bangsa akan terus berkembang dari masa ke masa dan bahkan bisa silih berganti, sesuai dengan tekad dan keyakinan masyarakat serta ideology yang diyakini oleh yang berkuasa terhadap entitas peradabannya. Oleh adanya keyakinan perubahan peradaban, maka mempersiapkan masyarakat (muslim) sebagai entitas utama pembentuk peradaban merupakan hal penting, sehingga peradaban Indonesia di masa depan tidak berada dalam peradaban jahiliah modern.
Dalam konteks, mempersiapkan dan membentuk manusia Indonesia sebagai pelopor perubahan, spirit Islam merupakan hal yang sempurna sebagai almabda walminhaj untuk tercapainya kehidupan yang Hasanah di dunia dan di akhirat. Dengan spirit Islam yang bersifat universal, visi pembinaan dan pengembangan sumber daya insani yayasan Patih Nusantara Raya adalah takwa dan tawakal. Misinya, melahirkan generasi masa depan yang cerdas dalam arti spiritual quotien dan emmotional quotien, sehingga pola dan gaya hidupnya terarah menuju bingkai kehidupan "fiddunya Hasanah wafilakhirati Hasanah".
